Kamis, 24 Februari 2011

KARAWANG, KOMPAS.com — Gara-gara judul film Arwah Goyang Karawang, pejabat di daerah tersebut gerah. Mereka tak ingin Karawang hanya identik dengan goyang, sebuah jargon yang telah melekat untuk daerah di wilayah pantai utara Jawa ini.
Itulah sebabnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menantang para produser film untuk mengangkat cerita budaya lokal Karawang yang sebenarnya, sebagai salah satu upaya pelurusan pemaknaan tari jaipong dan goyang Karawang.
"Silakan saja, kami menantang kalau ada produser yang benar-benar ingin membuat film tentang nilai budaya lokal Karawang, akan kami fasilitasi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang Acep Jamhuri, di Karawang, Selasa.
Dikatakannya, munculnya film Arwah Goyang Karawang yang pada akhirnya berganti judul menjadiArwah Goyang Jupe-Depe dikhawatirkan menimbulkan pencitraan negatif terhadap daerah Karawang dan tari jaipong.
Atas hal tersebut, katanya, pemerintah daerah setempat akan melakukan pelurusan makna mengenai goyang Karawang dan tari jaipong.
Hal tersebut dilakukan dengan menjadi peserta pameran seni dan budaya di berbagai daerah. Bahkan, jika ada produser film yang benar-benar ingin mengangkat nilai budaya lokal Karawang, seperti tari jaipong dan goyang Karawang, pihaknya akan bersedia mengenai hal itu.
Ia mengaku bersedia membantu proses pembuatan film tersebut, seperti dalam melakukan penelitian atau yang lain-lain, untuk keperluan pembuatan film yang benar-benar mengangkat nilai budaya lokal.
Sementara itu, mengenai perubahan judul film Arwah Goyang Karawang menjadi Arwah Goyang Jupe-Depe setelah terjadi protes dari warga Karawang, Acep menilai itu bukan solusi jika isi ceritanya tetap sama atau tidak diubah secara total.
Ia menilai solusi saat ini ialah mengubah judul dan isi cerita dalam film tersebut secara total. Sebab, kini masyarakat Karawang sudah telanjur resah terhadap peredaran film itu dan dikhawatirkan akan membuat citra negatif terhadap Karawang.
Pihaknya masih keberatan karena pihak berwenang hanya mengganti judul film tersebut tanpa mengubah isi cerita. Sebab, ia menilai isi cerita dalam film yang dibintangi Julia Peres dan Dewi Perssik itu perlu diubah.
"Coba dikaji saja, secara umum judul film dan isi cerita itu berkaitan. Jadi, bukan solusi kalau juful film saja yang diubah, sedangkan isi ceritanya tidak ubah. Jadi, produser film itu harus mengubah isi cerita secara total," tutur dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar