Selasa, 10 Mei 2011

Korea Ingin Tingkatkan Kerja Sama Eksplorasi Migas


Oleh Administrator
Selasa, 06 April 2010 19:30
Jakarta, Tambangnews.com.- Pemerintah Korea melalui perusahaan-perusahaan migasnya, ingin meningkatkan kerja sama eksplorasi migas di Indonesia serta menjalin kerja sama yang lebih erat dengan PT Pertamina (Persero).

Hal itu dikemukakan Delegasi Korea pada The 3rd Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) yang berlangsung di Korea, 25-26 Maret lalu.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo disela-sela acara Presentasi Kebijakan Kementerian ESDM, Selasa (6/4), mengungkapkan, Kodeco menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan BUMN Indonesia yaitu PT Pertamina, sesuai dengan kondisi yang diinginkan perusahaan pelat merah itu. Saat ini, Kodeco dan Pertamina bekerja sama mengelola Blok Madura dan Poleng. Sementara KNOC, berminat mengajukan joint study di lapangan-lapangan migas Indonesia.

Selain kedua perusahaan tersebut, Samsung juga menyatakan minatnya untuk membantu rencana Indonesia membangun LNG receiving terminal, baik ukuran besar maupun kecil.

“Mereka punya teknologinya dan akan datang ke Indonesia untuk presentasi,” imbuhnya seperti dilansir oleh situs Ditjen Migas.

Lebih lanjut Evita menjelaskan, Korea mengajak Indonesia untuk memberdayakan penggunaan gas yaitu CNG untuk transportasi. Ajakan itu disambut baik Indonesia. Namun Evita mengingatkan, hal itu harus dilakukan secara hati-hati, mengingat ide tersebut hingga saat ini masih sulit dilaksanakan.

“Terus terang saya bilang, kita harus hati-hati karena sudah banyak effort ke arah itu, tapi masih mentok sana-sini. Kita harus lebih serius,” kata Evita.

Penggunaan gas untuk transportasi, menurut Evita, sebaiknya tidak hanya menggunakan CNG saja, tetapi harus juga dibuka kemungkinan menggunakan LPG.

Kerja sama bilateral Indonesia-Korea Selatan dimulai pada tahun 1979. Pertemuan tersebut membahas kebijakan-kebijakan di bidang energi diantara kedua negara, perdagangan LNG, minyak mentah, hasil kilang, batu bara dan kerja sama dalam pengembangan minyak, gas bumi, batu bara dan tenaga listrik. Pada periode 1979-2006, Indonesia dan Korea telah melaksanakan pertemuan bilateral sebanyak 21 kali yang terbentuk dalam Joint Committee on Energy.

Pada 4 Desember 2006 bersamaan dengan Joint Committee ke 22, disepakati untuk lebih meningkatkan dan mengintensifkan kerja sama sektor energi yang melibatkan swasta dari kedua negara. Ini ditandai dengan kesepakatan pembentukan Energy Forum yang diharapkan menjadi wadah baru bagi kerja sama Indonesia-Korea, menggantikan Joint Committee. (ditjen migas/tn02)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar